Di
pertengahan Januari 2020 yang lalu, kami kembali berkesempatan mencoba homestay
di Kuala Lumpur. Sejak pertama kali mencoba homestay saat Ramadan yang lalu,
kami jadi lebih memilih homestay daripada hotel setiap kali berkesempatan
berkunjung ke suatu tempat. Kisah tentang pengalaman pertama itu bisa dibaca Serunya Menginap di Js Suite Southville City, Malaysia.
Keberadaan
kami di ibukota negeri jiran itu untuk memenuhi keinginan Khaulah yang sebentar
lagi mondok di Bogor. Si Khaulah pengen jalan-jalan ke Genting naik cable car. Maklum,
selama 6 tahun di sini, kami belum sekalipun ke tempat tersebut.
Qadarallah,
keinginan Khaulah tidak sempat terlaksanakan. Keesokan harinya, mendadak Hilyah
demam tinggi. Untung saja, saya membawa obat penurun panas dari rumah sehingga
kami tidak perlu panik dan kebingungan mencari obat. Akhirnya, kami memutuskan
untuk tidak ke mana-mana agar Hilyah bisa beristirahat dengan baik karena lusa
kami akan melanjutkan perjalanan ke tanah kelahiran, Makassar.
Kembali ke laptop... Kali ini
kami memilih homestay yang berada tak jauh dari Terminal Bersepadu Selatan (TBS),
semacam pusat terminal bis. Pemilihan ini dikarenakan kami menggunakan bis dari
tempat tinggal di Negeri Terengganu ke Kuala Lumpur. Kebayang kan penatnya
duduk selama sekitar 8 jam dan hanya beristirahat selama setengah jam, yang
waktu tersebut sekaligus digunakan untuk makan atau sekadar menggerakkan badan setelah sekian lama berada dalam bis. Jadi, begitu
tiba di tujuan, rasanya ingin segera meluruskan badan di pembaringan.
Nah,
seperti biasa, kami menggunakan aplikasi airbnb untuk mencari homestay yang
sesuai. Alhamdulillah, nemu homestay LibertyHome yang berada di Central
Residence yang masuk dalam wilayah
Sungai Besi Kuala Lumpur.
![]() |
| Kamar Tidur Utama |
![]() |
| Kamar Tidur Kedua |
![]() |
| Kamar mandi yang berada di tengah |
Sesuai
aplikasi, tempat ini memiliki kapasitas untuk 8 orang dengan 2 kamar tidur
dengan masing-masing sebuah tempat tidur ukuran queen dan 2 kamar mandi. Salah
satu kamar mandinya berada di tengah antara kamar utama dan kamar kedua. Suka
banget dengan konsepnya, bisa hemat ruang dan lebih praktis. Apalagi, tiap
kamar dilengkapi dengan AC, wah semakin nyenyak deh bobo kita.
Lucunya, kamar mandi ini juga dimanfaatkan Hilyah untuk
main petak umpet dengan kakaknya, sekaligus ngagetin abahnya yang lagi asyik di
kamar mandi eh tiba-tiba Hilyah nongol dari pintu kamar sebelah. Si abah lupa kalau pintunya ada dua.
Untung aja, abahnya lagi gosok gigi. Hihihi. Ohya, setiap kamar mandi di tempat ini dilengkapi dengan rain shower dan water heater plus sabun cair dan sampo serta beberapa lembar handuk. Ada juga sebuah hair dryer yang dicantol di samping cermin yang berada di kamar mandi utama.
Untung aja, abahnya lagi gosok gigi. Hihihi. Ohya, setiap kamar mandi di tempat ini dilengkapi dengan rain shower dan water heater plus sabun cair dan sampo serta beberapa lembar handuk. Ada juga sebuah hair dryer yang dicantol di samping cermin yang berada di kamar mandi utama.
![]() |
| Cermin di kamar mandi utama |
![]() |
| Kamar Mandi Utama |
![]() |
| Kamar Mandi Kedua |
Satu hal
yang kusuka dari fasilitas kamar tidur adalah adanya beberapa buah hanger dan
setrika. Pengalaman dari beberapa kali nginap di homestay, si owner tidak menyediakan hanger. Nah, kehadiran hanger ini ternyata sangat membantu
kemudian.
![]() |
| Bantal dan selimut cadangan |
Qadarallah,
mesin cuci yang menjadi salah satu fasilitas di homestay ini nyatanya tidak
bisa digunakan. Mungkin karena rusak atau entahlah, yang pasti tak ada
sambungan kabel sehingga kami gak bisa mengecek kondisi mesin cuci tersebut.
Nah, karena rusak, terpaksa saya mencuci pakaian kotor secara manual dan
menjemurnya di kamar mandi kedua menggunakan hanger-hanger yang ada. Alhamdulillah, posisi jendela kamar mandi
tersebut ketika dibuka tepat berada di belakang AC. Jadinya, pakaian yang
dijemur dekat area itu cepat keringnya.
![]() |
| Sayang, mesin cucinya gak bisa digunakan |
Di bagian living room terdapat sofa bed, televisi,
dan ber AC juga. Anak-anak mah paling senang berada di ruangan ini. Maklum,
kita gak punya TV di rumah. Jadinya tiap ketemu TV berasa ketemu benda yang
ngangenin. Hehehe.
![]() |
| Ruang keluarga yang nyaman |
Di bagian kitchen, owner menyediakan perlengkapan
masak dan makan yang cukup lengkap. Ada kulkas, kompor listrik tanam, kettle,
piring, mangkuk, gelas, sendok, garpu, pisau, serta dua buah panci. Alhamdulillah, semua
perlengkapan ini membuatku bisa memasak nasi dan menggoreng telur. Lumayan
hemat lah, ketimbang beli makanan jadi. *Saya mah gitu, suka nyari yang
hemat-hemat.
Selain fasilitas di atas, di lantai dasar apartemen ini juga terdapat sebuah kedai campuran plus atm air minum. So, bisa hemat beli air minum juga. *Lagi-lagi nyari yang hemat. Hehehe.
Kedai yang lumayan lengkap
![]() |
| Atm air minum |
![]() |
| Pemandangan malam dari lantai 11 |
![]() |
| Pemandangan dari kamar utama. Apartemen tetangga yang tengah dikerjakan |
LibertyHome
Kuala Lumpur
Fasilitas Homestay
-
Kapasitas maksimal 8 orang
-
2 kamar tidur
-
2 kamar mandi
-
Dapur dan perlengkapannya
-
Living Room dan perlengkapannya
-
Wifi
Fasilitas Umum
-
Roof Top Facility at level 26 &27:
-
Infinity Swimming Pool & Gymnasium Facility.
-
Sky Lounge Garden for BBQ & Occasion Party.
-
Sauna Rooms.
-
Badminton court.
-
Meeting Room.
Fasilitas di Level 6
-
Swimming Pool.
-
Gym room.
-
Children playground.
Fasilitas di Level 4a:
-
Car park
Price
RM 89/ malam (kami menginap 13-15 januari 2020, total bayaran
RM219.39).
Selain itu, tamu juga dikenakan deposit sebanyak RM 100 dan akan
dikenakan biaya tambahan jika menginap lebih dari 5 hari.
Waktu
-
Check-in time is 3pm
-
Check-out time is before 11am
Lain-Lain
Hosted homestay ini adalah Mr Jia Chih (beliau superhost di aplikasi Airbnb) dan beralamat di
Jalan Sungai Besi, Kuala Lumpur, Wilayah
Persekutuan Kuala Lumpur 43300, Malaysia.
Secara umum, kami puas nginap di tempat ini. Homestay nyaman yang harganya ramah di kantong. Cuma satu yang ngeselin, mestinya si owner gak usah mencantumkan fasilitas mesin cuci dong kalau nyatanta tuh benda gak bisa dipake ...
























